Jangan Buru-Buru Bilang Mau Jadi Reseller Sebelum Anda Mencobanya #tepungPizzaInstant

Banyak sekali private message masuk ke kami, dibuka dengan pertanyaan seputar produk, beberapa diantaranya berujung dengan "menawarkan diri untuk menjadi reseller" tepung premix pizza instan dari kami.

Banyak inbox serupa, tapi tidak banyak yang kemudian lolos dan benar-benar berlanjut menjadi reseller tepung pizza juara ini. Kenapa?! Hal tersebut tidak lepas dari syarat yang kami ajukan, bahwa setiap pihak yang hendak menjadi reseller, kami wajibkan setidaknya pernah order dan mencoba tepung pizza instan kami.

Apa sulitnya?! jelas-jelas sangat mudah, silahkan order untuk konsumsi pribadi dulu, nggak pake minimal order kok, 1 bungkus pun kami kirim. Setelah Anda benar-benar mencobanya, dan membuktikan betapa mudahnya bikin pizza kelas resto dengan tepung premix kami ini, silahkan Anda mulai menjualnya kepada loyal costumer, rekan, kerabat maupun kolega Anda.

Sekali lagi, kami bilang mudah kok menjadi reseller tepung pizza instan ini, yaitu buktikan dulu bahwa memang benar bikin pizza resto itu mudah, selanjutanya silahkan order untuk stok reseller dengan ketentuan minimum order dari kami, cukup 20 bungkus untuk minimum order reseller.

Pentingnya Menguasai Pengetahuan Tentang Produk

Ya, penguasaan pengetahuan soal produk apa yang akan kita jual begitu penting, bagi kami, pun bagi Anda yang berminat menjadi reseller produk kami. Mengapa penguasaan pengetahuan tentang produk ini penting?

Penting, karena bagaimana kita mampu menjelaskan dan meyakinkan kepada pembeli tentang deskripsi produk, keunggulan-keunggulan dari produk kita, dan khusus untuk tepung pizza instan ini adalah bagaimana cara mengolahnya (meskipun kami telah menyertakan pandual tertulis di tiap kemasannya).

Jangan Buru-Buru Bilang Mau Jadi Reseller Sebelum Anda Mencobanya #tepungPizzaInstant

Mampu menjelaskan deskripsi produk tetap penting meski Anda telah menyiapkan sales letter 'juara', follower ribuan, atau pengunjuang toko online bejibun sekalipun. Patut kita ketahui bahwa kebiasaan shopper online di Indonesia, mereka akan tetap bertanya perihal informasi umum mengenai produk sekalipun kita telah menjelaskan panjang lebar blog, sales letter dsb. Motifnya beragam, nggak sempat baca, atau untuk mendapatkan keyakinan terkait produk yang akan mereka beli.

Sepertinya, (termasuk apa yang saya rasakan) pembeli merasa lebih yakin jika mendapat penjelasan langsung, apalagi jika yang memberi penjelasan memiliki kemampuan lebih dalam berinteraksi dengan orang lain, maka hal itu bisa jadi poin tersendiri yang mampu menarik hati pembeli potensial untuk segera memutuskan 'beli' dari kita.

Penjelasan mengenai keunggulan produk juga tak kalah penting. Seperti pertimbangan kepraktisan pada pengolahan tepung premix pizza instan yang kami tawarkan. Itu adalah salah satu selling point yang kami tonjolkan. Bagaimana Anda bisa memastikan bahwa produk kami ini benar-benar 'praktis' jika Anda sama sekali belum pernah mencobanya? Atau anda sudah sedari awal berniat bohong kepada konsumen Anda?!, maaf kami tidak menghendakinya.

Merupakan tantangan bagi kita sebagai penjual untuk meyakinkan pembeli tentang keunggulan barang yang kita jual dan meyakinkan dengan membeli barang kita pembeli akan mendapat banyak keuntungan (tepung premix pizza yang instan dalam pengolahannya, hasil pizza dengan kualitas resto, halal-sehat serta murah-meriah).

Kemampuan baik dalam 'menjelaskan' ini memang terasah melalui 'jam terbang', tapi titik tolaknya tetap experience pribadi kita terhadap produk yang kita jual. Yang kita tuju dari kemampuan 'menjelaskan' ini bukan semata closing penjualan, lebih dari itu, yaitu meberikan experience secara emosional kempada pelanggan kita, yang berpotensi mendatangkan repeat order baik dari konsumen yang sama maupun melalui jalur referensi.

Jujur saja, kala menulis posting ini, saya mendasarkan pada empati dan pengalaman saya pada hampir setiap transaksi yang saya lakukan. Misalkan, ketika berkunjung ke toko gadget, sekalipun saya sebenarnya telah membaca banya mengenai ulasan spesifikasi produk, review dari beberapa pihak yang saya anggap kompeten dan objektif, saya tetap menanyakan kepada pramuniaga di toko yang saya kunjungi.

Niatnya bukan sekedar nge-test (meski banyak karena motif ini), sekaligus pengen ngakurin informasi atas apa yang telah saya dapat sebelumnya. Jika ternyata penjelasan yang saya dapatkan adalah penjelasan ala kadarnya, maka tidak segan-segan saya langsung melenggang berlalu ke toko lain. Pikir saya, gimana saya mau beli, lha wong yang jual saja nggak ngerti produk apa yang dia jual, alih-alih ngasih informasi atau saran hanya sekedar untuk membujuk calon pembeli membelinya, dan awas...cenderung bo'ong. hehe.
Scroll to top